Assalamuaikum wr.wb
sebelumnya saya akan menyampaikan sedikit, guna untuk menambah ilmu ,,, bismillah..
Biografi Singkat
KH. Ma’shum bin Ali, Pengarang Kitab Amtsilah At-Tashrifiyah
Nama lengkap beliau adalah Muhammad Ma’shum bin Ali bin Abdul Muhyi
Al-Maskumambani. Lahir di Maskumambang Gersik, tepatnya disebuah pondok
yang didirikan sang kakek.
Pada waktu itu beliau belajar pada ayahnya, lalu saat zaman beliau masih muda, beliau pergi menuntut ilmu di
Pesantren Tebuireng Jombang. Ia termasuk salah satu santri Hadratus
Syekh Hasyim Asy’ari generasi awal. Dimana–saat itu–selain dituntut
untuk belajar, para santri juga harus ikut berjuang melawan penjajah
yang selalu mengganggu aktifitas mereka. Kedatangannya ke Tebuireng
disusul oleh adik kandungnya, Adlan Ali –kelak atas inisiatif Hadratus
Syekh, Kiai Adlan mendirikan pondok putri Wali Songo di pusat desa
Cukir.
Bertahun-tahun lamanya beliau khidmah/mengabdi di Tebuireng. Kepintarannya dalam segala ilmu, terutama bidang hisab, falak, sharaf dan gramatika arab, membuat Hadratus Syekh kagum. Sehingga Kiai Ma’shum dinikahkah oleh Nyai. Khairiyah yang tak lain adalah putri Hadratus Syekh sendiri.
Bertahun-tahun lamanya beliau khidmah/mengabdi di Tebuireng. Kepintarannya dalam segala ilmu, terutama bidang hisab, falak, sharaf dan gramatika arab, membuat Hadratus Syekh kagum. Sehingga Kiai Ma’shum dinikahkah oleh Nyai. Khairiyah yang tak lain adalah putri Hadratus Syekh sendiri.
Pada tangal 24 Ramadhan 1351 atau 8 Januari 1933, Kiai Ma’sum wafat
setelah sebelumnya menderita penyakit paru-paru. Beliau wafat pada usia
kurang lebih 46 tahun. Wafatnya Kiai Ma’shum merupakan ”musibah besar”
terutama bagi santri Tebuireng, karena beliaulah satu-satunya ulama yang
menjadi rujukan dalam segala bidang keilmuan setelah Hadratus Syeikh.
Semoga segala amalnya diterima oleh Allah SWT dan apa yang ditinggalkan
bermanfaat. Allahummagfir lahu wa nafa’ana bihi wa bi ulumihi. Amin.
Semoga bermanfaat apa yang saya paparkan
sekian,
Terima Kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar